Rabu, 30 Januari 2008
Jumat, 25 Januari 2008
Menuju Pusat Aloevera Terbesar di Asia
Petani aloevera di Pontianak boleh merasakan angin segar. Kunjungan tokoh PDI Perjuangan Taufiek Kiemas ke Aloevera Centre pontianak, Selasa (22/1) memberikan dukungan yang sangat besar dengan merespon program-program yang besentuhan dengan rakyat kecil, termasuk program yang memajukan kesejahteraan petani.
Tak terkecuali, Gubernur Kalbar terpilih Drs. Cornelis MH, memberikan dukungan rencana pengembangan pertanian Aloevera kedepan.
Gubernur Kalbar, Drs Cornelis MH menyatakan pasti akan membantu mengembangkan pabrik tepung Aloevera di Pontianak, dan akan di kembangkan menjadi Aloevera Kalbar.
Rencana pengembangan ini dimaksudkan dengan memperluas lahan Aloevera ke arah Pontianak maupun ke arah Kabupaten Landak sampai dengan 20 ribu hektar. Sedangkan lahan yang telah dimiliki kota Pontianak saat sekarang ini hanya 800 hektar.
Kunjungan Taufiek Kiemas turut serta membawa serta Hagabank yang bergerak di bidang pertanian. Beliau mengharapkan Hagabank dapat memfasilitasi dana yang diperlukan.
Sumber AP Post
Tak terkecuali, Gubernur Kalbar terpilih Drs. Cornelis MH, memberikan dukungan rencana pengembangan pertanian Aloevera kedepan.
Gubernur Kalbar, Drs Cornelis MH menyatakan pasti akan membantu mengembangkan pabrik tepung Aloevera di Pontianak, dan akan di kembangkan menjadi Aloevera Kalbar.
Rencana pengembangan ini dimaksudkan dengan memperluas lahan Aloevera ke arah Pontianak maupun ke arah Kabupaten Landak sampai dengan 20 ribu hektar. Sedangkan lahan yang telah dimiliki kota Pontianak saat sekarang ini hanya 800 hektar.
Kunjungan Taufiek Kiemas turut serta membawa serta Hagabank yang bergerak di bidang pertanian. Beliau mengharapkan Hagabank dapat memfasilitasi dana yang diperlukan.
Sumber AP Post
Seminggu, 113 Hektar Lahan Terbakar
Perkiraan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat, dalam sepekan terakhir di Wilayah Rasau Jaya dan Kota Pontianak mencapai 113 hektar.
Hujan yang tidak turun dalam beberapa pekan terakhir ini menyebabkan kekeringan dan polusi asap mulai mengancam warga Pontianak.
Tidak turunnya hujan di manfaatkan oleh warga pontianak untuk membakar lahan gambur dan sampah.
Beberapa hari yang lalu di Pontianak sempat terjadi kebakaran lahan yang memaksa BKSDA Kalbar mengoperasikan heli K-Move 32 untuk memadamkan api. Sampai kemarin (red 24 Jan) masih di lakukan pemadaman meskipun hujan sudah turun.
Hujan yang tidak turun dalam beberapa pekan terakhir ini menyebabkan kekeringan dan polusi asap mulai mengancam warga Pontianak.
Tidak turunnya hujan di manfaatkan oleh warga pontianak untuk membakar lahan gambur dan sampah.
Beberapa hari yang lalu di Pontianak sempat terjadi kebakaran lahan yang memaksa BKSDA Kalbar mengoperasikan heli K-Move 32 untuk memadamkan api. Sampai kemarin (red 24 Jan) masih di lakukan pemadaman meskipun hujan sudah turun.
Kalbar Di Guyur Hujan, Kabut Asap menghilang
Setelah hampir tiga minggu lamanya hujan tidak turun di bumi kalimantan Barat, Rabu 23 Januari kemarin Kalbar di guyur hujan.
Hujan yang hampir merata mengguyur Kota Pontianak ini, dengan segera menghilangkan kabut asap yang hampir seminggu terakhir mulai menyelimuti kalimantan Barat.
Seperti kita ketahui Kalimantan Barat mempunyai kecenderungan diselimuti asap setiap musim kering tiba. Meski kabut asap terjadi hampir setiap tahun di musim kemarau, sampai sekarang pemerintah Daerah kalimantan Barat belum berhasil mencegah terjadinya aksi pembakaran lahan yang bisa menyebabkan asap.
Hujan yang hampir merata mengguyur Kota Pontianak ini, dengan segera menghilangkan kabut asap yang hampir seminggu terakhir mulai menyelimuti kalimantan Barat.
Seperti kita ketahui Kalimantan Barat mempunyai kecenderungan diselimuti asap setiap musim kering tiba. Meski kabut asap terjadi hampir setiap tahun di musim kemarau, sampai sekarang pemerintah Daerah kalimantan Barat belum berhasil mencegah terjadinya aksi pembakaran lahan yang bisa menyebabkan asap.
Langganan:
Postingan (Atom)
